Menggali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini Oleh : Nina Yunengsih

Tiap anak pada umumnya memiliki potensi yang dibawa sejak lahir. Potensi masing-masing anak berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. Namun tidak semua orang menyadari akan potensi yang dimilikinya. Apalagi bagi anak yang masih berusia dini. Hal ini diperlukan adanya kemampuan orang tua atau guru dalam mengenali dan mengembangkan potensi anak sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Menurut Bernard dalam Sardiman (Susanto, 2013: 57) mengemukakan, “Minat timbul tidak secara tiba-tiba atau spontan, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan, pada waktu belajar atau bekerja”. Sedangkan Slameto ( 2015: 180) menyatakan,

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

Berkaitan dengan pendapat kedua ahli tersebut, bahwa yang dimaksud dengan minat adalah dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya. Adapun indikator minat pada anak yaitu sebagai berikut.

Apabila seorang anak memiliki perasaan senang terhadap hal maka tidak akan ada rasa terpaksa untuk melakukannya. Contohnya yaitu senang mengikuti pelajaran, dan tidak merasa bosan.

Keikutsertaan seseorang akan obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut. Contohnya aktif dalam diskusi, aktif bertanya, dan aktif dalam kegiatan renang.

Berhubungan dengan daya dorong siswa terhadap ketertarikan pada sesuatu benda, orang, kegiatan atau bisa berupa pengalaman afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Contohnya antusias dalam mengikuti pelajaran, dan tidak menunda tugas dari guru.

Minat dan perhatian anak merupakan dua hal yang dianggap sama dalam penggunaan sehari-hari, perhatian anak merupakan konsentrasi terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain. Jika anak memiliki minat pada objek tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan objek tersebut. Contohnya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat materi.

Minat yang digali mampu mengembangkan bakat pada anak. Bakat (aptitude) merupakan suatu kecakapan khusus yang dimiliki individu. Bakat merupakan kualitas yang dimiliki individu yang menunjukkan perbedaan tingkatan dengan individu yang lain dalam suatu bidang. Bakat juga merupakan suatu kemampuan untuk mengembangkan kelebihan-kelebihan tertentu. Umpamanya ada anak yang berbakat musik, seni, bahasa Inggris, olahraga, matematik, dan lain-lain. Pengukuran tentang bakat sangat penting dilakukan terhadap masing-masing anak.

Menurut KBBI bakat merupakan dasar “kepandaian, sifat dan pembawaan” yang dibawa sejak lahir. Sejalan dengan pendapat Bingham (1968) di mana ia mendefinisikan bakat sebagai kondisi atau kemampuan yang dimiliki seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus dapat memperoleh suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik atau menciptakan musik. Terdapat jenis-jenis bakat antara lain sebagai berikut.

Bakat berkembang sebagai hasil interaksi dari faktor yang bersumber dari dalam diri individu dan dari lingkungannya. Apabila kedua faktor tersebut bersifat saling mendukung maka bakat yang ada akan dapat berkembang secara optimal. Selain itu terdapat faktor–faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat, yaitu sebagai berikut.

Bakat dan minat adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keduanya harus saling menguatkan dan berdampingan. Telah diketahui bahwa minat adalah dorongan yang kuat dari dalam diri individu. Dengan adanya minat ini maka bakat dapat tersalurkan dengan baik. Karena jika seseorang memiliki bakat tetapi ia tidak berminat dengan bakat yang dimiliki maka tidak akan berarti, mereka tidak akan memaksimalkan bakatnya tersebut. Jadi dengan demikian, dapat dikatakan bahwa masing-masing individu memiliki perbedaan satu sama lain dalam berbagai hal, terutama dalam bakat dan potensi yang dimilikinya.

Pada masa tumbuh kembang anak, salah satu hal penting tidak boleh dilewatkan orangtua adalah mengenali minat dan bakat anak. Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk mengarahkannya secara tepat dan sesuai usia. Minat dan bakat anak nantinya akan menjadi life skill, yaitu kemampuan khusus untuk dapat bertahan hidup dan menjadi berhasil. Ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat hingga mereka dewasa.

Sahabat Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berpendapat bahwa terdapat 5 tahap bagaimana mengembangkan minat dan bakat anak sejak dini, yaitu:

Beri rangsangan pada anak untuk bisa lebih bereksplorasi terhadap diri dan lingkungan. Orangtua dapat memulai dengan memberi kesempatan pada anak mengenal berbagai macam bentuk kegiatan, olahraga, hobi, musik, atau berbagai jenis pekerjaan di sekelilingnya.

Dalam tahap ini orangtua mulai mengobservasi pada jenis kegiatan apa anak merasa senang, ingin melakukan berulangkali, atau merasa tertarik sehingga selalu ingin tahu lebih banyak. Sebagai contoh, setelah beberapa kali diajak main di lapangan olahraga, anak merasa tertarik dengan sekumpulan orang yang bermain sepatu roda, maka orang tua dapat mengajak anak lebih mengenal olahraga yang menarik perhatiannya itu.

Tidak ada anak yang tidak cerdas. Setidaknya ada 9 jenis kecerdasan yang dimiliki anak, yaitu kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan ekstensial. Sembilan kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence).

Bila orangtua sudah mengetahui bakat dan minat anak, maka langkah selanjutnya memberikan ruang tepat agar bisa mengekspresikan kemampuan. Mendekatkan anak dengan orang yang ahli dengan aktivitas yang ia sukai, bergabung dengan perkumpulan yang sesuai bakat dan minat anak adalah salah satu cara memberikan ruang gerak aktif bagi mereka. Selain itu, eksplorasi bakat dan minat anak juga bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai perlombaan sesuai bakat dan minatnya sehingga anak akan semakin percaya dengan diri.

Hargai setiap usaha yang telah dilakukan anak. Keluarga dan lingkungan (teman, guru, tetangga) berperan besar dalam pemupukan minat dan bakat anak sejak dini. Dibutuhkan dukungan positif agar anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara optimal. Bentuk dukungan bukan hanya secara materi namun terlebih perhatian dan waktu. Pujian atau apresiasi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mendukung anak mengembangkan minat dan bakatnya.

Adapun kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa minat dan bakat anak saling berkaitan satu sama lain. Keduanya harus saling menguatkan dan berdampingan Jika minat anak tinggi maka akan mampu menggali bakat yang dimilikinya. Tentunya dengan peran orang tua dan guru yang mampu mengarahkan minat dan bakat pada anak tersebut. Peran orang tua tersebut misalnya dengan memberikan stimulus (rangsangan) terhadap hal-hal yang disukai anak dan dia memiliki bakat pada bidang yang diminatinya, memperhatikan tingkah laku anak dan kecerdasannya, memberikan apresiasi berupa dukungan positif, serta diberikan keluasan untuk berlatih. Bakat anak yang terus dilatih akan menjadi suatu kelebihan yang dimilikinya dibandingkan individu lain untuk mencapai kesuksesan.

Penulis

admin ASBC

Writer & Blogger

Berita Terbaru
  • All Posts
  • Aktivitas Sekolah
  • Artikel
  • Artikel Guru
  • Artikel Program Unit Sekolah
  • Artikel Terbaru
  • Berita Terbaru
  • daun hijau
  • Greenfun
  • PPDB
  • Sekolah Dasar
  • Siswa Berprestasi
  • tips
  • TK
    •   Back
    • Aktivitas TK
    • Aktivitas SD
    • Aktivitas SMP
    •   Back
    • Artikel Program Unit SD
    • Artikel Program Unit SMP
    • Artikel Program Unit TA-TK
    •   Back
    • Siswa SMP Berprestasi
    • Siswa SD Berprestasi
    • Siswa TA-TK Berprestasi

© 2024 Al-Azhar Syifa Budi Cibubur. Hak Cipta Dilindungi. Semua hak dilindungi undang-undang. Tidak diperbolehkan menggandakan atau mendistribusikan tanpa izin tertulis dari Al-Azhar Syifa Budi Cibubur. Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.

Daftar
Sekarang

Jadwal
Kunjungan