MATA RUSAK KARENA GADGET? SIAPA TAKUT!?
Oleh Evi Yulia Setyaningrum, S. Pd
Di era digital seperti sekarang ini, banyak orang yang menggunakan gadget dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Berdasarkan data dari Internet World Stats pada bulan Juni 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-4 pengguna internet terbanyak di dunia yaitu sebanyak 171.260.000 jiwa di bawah China, India, dan Amerika. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan membuat orangorang menyukai penggunaan perangkat teknologi ini, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.Tidak bisa dipungkiri jika kini gadget sudah menjadi bagian dari gaya hidup kita.
Pesatnya penggunaan gadget ini juga mempengaruhi dunia pendidikan. Semula kegiatan pembelajaran lebih mengandalkan buku cetak yang membuat anak-anak setiap harinya membawa beban berat di punggungnya tentunya hal ini memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan tulang belakang dan tumbuh kembangnya. Dengan adanya teknologi, buku cetak yang berat tersebut bisa digantikan dalam bentuk buku digital. Siswa cukup membawa satu buah gadget yang akan digunakan sebagai alat belajarnya ketika di sekolah. Alat belajar tersebut merupakan alat yang akan membantu siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang didalamnya sudah mencakup buku pelajaran, alat tulis, buku tulis, dan alat pendukung lainnya yang memudahkan siswa untuk mengeksplor dirinya selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Penggunaan gadget tentunya harus dengan bijak. Selain memberikan kemudahan dan kepraktisan, gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat menggangu kesehatan salah satunya yaitu kesehatan mata. Para pengguna gadget yang tidak bijak rata-rata mengeluhkan kelelahan mata, rasa tidak nyaman di mata, sakit kepala, mata kering, hingga mengalami rabun. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang mengganggu kesehatan mata akibat penggunaan gadget, ada beberapa tips dan trik yang bisa kita lakukan yaitu :
Pesatnya penggunaan gadget ini juga mempengaruhi dunia pendidikan. Semula kegiatan pembelajaran lebih mengandalkan buku cetak yang membuat anak-anak setiap harinya membawa beban berat di punggungnya tentunya hal ini memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan tulang belakang dan tumbuh kembangnya. Dengan adanya teknologi, buku cetak yang berat tersebut bisa digantikan dalam bentuk buku digital. Siswa cukup membawa satu buah gadget yang akan digunakan sebagai alat belajarnya ketika di sekolah. Alat belajar tersebut merupakan alat yang akan membantu siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang didalamnya sudah mencakup buku pelajaran, alat tulis, buku tulis, dan alat pendukung lainnya yang memudahkan siswa untuk mengeksplor dirinya selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Penggunaan gadget tentunya harus dengan bijak. Selain memberikan kemudahan dan kepraktisan, gadget juga memiliki dampak negatif yang dapat menggangu kesehatan salah satunya yaitu kesehatan mata. Para pengguna gadget yang tidak bijak rata-rata mengeluhkan kelelahan mata, rasa tidak nyaman di mata, sakit kepala, mata kering, hingga mengalami rabun. Oleh karena itu untuk menghindari hal-hal yang mengganggu kesehatan mata akibat penggunaan gadget, ada beberapa tips dan trik yang bisa kita lakukan yaitu :
Menjaga Jarak Pandang
Salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dari pengaruh negatif penggunaan gadget adalah menjaga jarak pandang. Ukuran
gadget yang beraneka ragam akan mempengaruhi jarak aman untuk
menggunakan gadget. Untuk gadget ukuran kecil jarak minimal mata melihat
layar adalah 30 cm. Selain itu, layar juga diposisikan agar pandangan mata
sedikit kebawah.
Atur Kecerahan Layar
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah dengan mengaturkecerahan layar. Cahaya pada layar gadget yang terlalu silau dapat
memberikan pengaruh buruk pada mata. Kecerahan layar salah satunya
bisa diatur dengan menggunakan filter layar. Selain itu, penyesuaian
cahaya layar gadget dengan cahaya di ruangan juga salah satu faktor yang
bisa membuat mata tidak mudah lelah.
Istirahatkan Mata Secara Berkala
Mata yang digunakan untuk menatap layar terus menerus tentunya akan mengalami kelelahan mata. Kementerian kesehatan
menghimbau untuk mengikuti aturan 20 – 20 – 20 untuk menjaga mata
kita dari efek negatif menatap layar. Aturan ini berarti
mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan memandang objek
yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Dengan
melihat objek yang jauh dapat membuat mata menjadi lebih rileks.
Hindari Membaca Di Tempat Redup
Kebiasaan membaca dalam ruangan dengan pencahayaan yang kurang baik dapat membuat mata bekerja lebih keras. Kebiasaan seperti ini
harus dihindari. Ruangan yang kita gunakan untuk membaca harus
dipastikan memiliki pencahayaan yang terang. Jika saat membaca
mata terasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak lalu pejamkan mata
selama beberapa menit agar mata relaks kembali.
Konsumsi Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Mata
Cara lain yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan mata adalah mengkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata.
Makanan ini mengandung vitamin dan nutrisi untuk mata. Adapun
vitamin dan nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan mata
adalah Omega-3, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Zinc, dan Lutein.
Nutrisi dan vitamin tersebut bisa ditemukan dalam sayuran hijau, ikan,
telur, kacang-kacangan, dan buah-buahan
Itulah beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dari penggunaan gadgetsehari-hari. Dengan melakukan kebiasaan yang baik ini, pasti mata kita akan tetap
sehat dan tidak akan mengalami gangguan yang berarti. Pemeriksaan rutin ke dokter mata juga perlu
dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dan mendeteksi dini jika terdapat kelainan yang terjadi pada
mata. Jika bukan kita yang menjaga kesehatan mata kita, lalu siapa lagi?
Sumber:
1. https://www.internetworldstats.com/top20.htm
2. http://www.yankes.kemkes.go.id/read-tips-mengatasi-bahaya-gadget-bagi-mata-3916.html
3. https://www.halodoc.com/suka-bermain-gadget-intip-cara-jaga-kesehatan-mata-ini
4. https://bacaterus.com/cara-menjaga-kesehatan-mata/







